Penggunaan
Simulasi Monte Carlo Dalam Analisis Resiko:
Peramalan
Keuntungan Perusahaan
Maludin
Panjaitan
Keuntungan
perusahaan menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan
sehingga peramalan atau prediksi mengenai kondisi keuangan perusahaan dimasa
yang datang pasti akan melibatkan peramalan keuntungan.
Dengan
menggunakan teknik simulasi Monte Carlo Dari
hasil simulasi Monte Carlo terhadap model laba perusahaan dapat dilihat
simulasi menghasilkan sebuah peramalan yang relatif akurat, hal ini dapat
dilihat dari ukuran-ukuran statistik yang dihasilkan dimana selisih median dan
mean yang relatif kecil dan tingkat error sebenarnya jika dibandingkan adalah 6
persen.
Dengan penelitian ini diharapakan penggunaan
Simulasi Monte Carlo akan semakin berkembang tidak saja dikalangan akademis
akan tetapi mencapai kalangan pengambil keputusan diperusahaan-perusahaan dalam
mencoba penggunaan alat peramalan dan prediksi untuk membuat keputusan yang
lebih baik
Kata
kunci: Simulasi Monte Carlo, Peramalan
Pendahuluan
Pengunaan teknik analisis yang bersifat kuantitatif dalam
peramalan dan prediksi nilai sebuah variabel di masa yang akan datang sudah sangat
berkembang pesat. Salah satu pendekatan yang semakin banyak digunakan oleh
perusahaan adalah dengan membangun sebuah model simulasi. Dengan membangun
sebuah model simulasi dengan sistem yang kompleks serta melibatkan data-data
internal perusahaan dan eksternal seperti kondisi ekonomi dan lain sebagainya,
sebuah simulasi dapat dilakukan untuk melihat dampak dari perubahan-perubahan
kebijakan internal maupun perubahan situasi lingkungan eksternal perusahaan.
Penggunaan model-model simulasi seperti ini dalam dunia
perusahaan dikenal dengan nama Financial
Planning Model atau Model Business
Planning Model dimana sering dimanfaatkan dalam menganalisis resiko seperti
meramalkan dan memprediksi keuntungan perusahaan dimasa yang akan datang. Keuntungan
perusahaan menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidup sebuah perusahaan
sehingga peramalan atau prediksi mengenai kondisi keuangan perusahaan dimasa
yang akan datang pasti akan melibatkan peramalan keuntungan.
Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan sebuah metode dalam
mengestimasi dan memprediksi keuntungan perusahaan dan probabilitas perusahaan
untuk mendapatkan laba yang diharapkan dengan menggunakan metode simulasi Monte
Carlo. Penggunaan metode simulasi Monte Carlo diharapakan memberikan alternatif
baru dalam penelitian-penelitian dengan ruang lingkup peramalan dan prediksi
manejemen.
Simulasi Monte Carlo
Simulasi Monte Carlo adalah sebuah metode analisis dengan
teknik stochastic artinya dibangun berdasarkan
nilai data-data acak yang melahirkan sebuah statistik probabilitas atau
simulasi statistik, untuk selanjutnya digunakan untuk memahami dampak dari
sebuah ketidakpastian (resiko). Penggunaannya sudah sangat berkembang dalam
bidang keuangan, evaluasi proyek, biaya, investasi, dan bidang manejemen proyek
bidang lainnya.
Dalam Taha (1997) simulasi Monte Carlo didefinisikan sebagai semua
teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi
terhadap masalah-masalah kuantitatif, dimana model yang dibangun berdasarkan
sistem yang sebenarnya. Selanjutnya setiap variabel dalam model tersebut
memiliki nilai yang memiliki probabilitas yang berbeda, yang ditunjukkan oleh
distribusi probabilitas (probability distribution function) dari
setiap variabel. Metode Monte Carlo mengsimulasikan sistem tersebut
berulang-ulang kali, ratusan bahkan sampai ribuan kali tergantung sistem yang
ditinjau, dengan cara memilih sebuah nilai random untuk setiap variabel dari
distribusi probabilitasnya. Hasil yang didapatkan dari simulasi tersebut adalah
sebuah distribusi probabilitas dari nilai sebuah sistem secara keseluruhan.
Pada umumnya literatur-literatur manajemen proyek menempatkan
simulasi Monte Carlo dibawah topik manajemen resiko, atau kadang berada pada
topik manajemen waktu dan manajemen biaya. Project Management Institute (2004)
menerapkan sebuah pendekatan standar manajemen resiko yang meliputi enam
proses; Perencanaan Manajemen Resiko, Identifikasi Resiko, Kualifikasi Resiko,
Kuantifikasi Resiko, Perencanaan Respon Resiko, dan Pemantauan & Evaluasi
Resiko, simulasi Monte Carlo ditempatkan sebagai bagian dari proses Kuantifikasi
Resiko. Meskipun simulasi Monte Carlo adalah sebuah metode yang sangat
bermanfaat untuk diaplikasikan dalam bidang manajemen proyek, simulasi jadwal
proyek (McCabe, 2003) dan simulasi perataan sumberdaya (Hanna & Ruwanpura,
2007) contohnya, dalam praktiknya metode ini belum banyak digunakan oleh para
manajer proyek kecuali disyaratkan oleh organisasi atau perusahaannya.
Langkah-langkah yang digunakan dalam simulasi Monte Carlo adalah
sebagai berikut:
Langkah
1 :
Membuat Model Parametrik y = f(x1, x2, ...,
xn).
Langkah
2 : Memasukkan input-input random xi1, xi2, ...,
xin.
Langkah
3 : Evaluasi model dan menyimpan hasil
sebagai yi.
Langkah
4 : Repetisi langkah 2-3 untuk i = 1 sampai n.
Langkah
5 : Analisis ukuran-ukuran statistik
dari hasil repetisi.
Model Peramalan Keuntungan dengan
Simulasi Monte Carlo
Misalkan sebuah perusahaan ingin mengetahui besaran
keuntungan/laba perusahaan dengan meluncurkan sebuah produk baru mereka
mengingat begitu banyak faktor ketidakpastian yang yang mempengaruhi penjualan
mereka seperti ukuran pasar, biaya-biaya, serta faktor lainnya.
Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membangun
sebuah model denagn tujuan meramalkan keuntungan dan evaluasi resiko. Model
yang dibangun adalah peramalah penjualan dengan pendekatan top-down dimana Laba(π) adalah selisih Pendapatan (I) dikurang
Biaya (E) atau:
Laba =
Pendapatan –Biaya (1)
Variabel Pendapatan dan Biaya adalah parameter yang bersifat
tidak pasti sehingga langkah selanjutnya mendefenisikan Pendapatan sebagai
jumlah penjualan (S) dikali dengan keuntungan tiap unit yang terjual (P) atau:
Pendapatan
= S x P (2)
Misalkan perusahaan menghitung penjualan melalui nilai
penjualan secara bulanan (L) dikalikan proporsi nilai penjualan bulanan terhadap
total penjualan (R) maka persamaan akhir untuk pendapatan menjadi :
Pendapatan
= L . R . P (3)
Untuk variabel Biaya (E) adalah kombinasi biaya tetap (F)
ditambah total biaya untuk setiap unit yang terjual setiap bulannya (C) atau
dalam bentuk
Biaya =
F + ( L x C ) (4)
Sehingga persamaan akhir untuk model keuntungan/laba
perusahaan tersebut adalah :
Profi t = (L . R . P) - H –( L . C) (5)
Langkah selanjutnya adalah memasukkan asumsi nilai-nilai
variabel dengan mempertimbangkan kondisi sebenarnya. Adapun nilai-nilai yang
digunakan dalam penelitian ini merupakan nilai-nilai asumsi yang dipergunakan
sebagai perkiraan, yang dapat dilihat dalam model akhir peramalan keuntungan
perusahaan berikut:
Y = π = Laba
X1 = L Î
[2000+4000]
X2 = C Î [0,1+0,8]
X1 = R Î [0,01+0,1]
X1 = P Î
[100+200] (6)
Untuk variabel Biaya Tetap (H) dianggap konstan.
Dalam
menentukan jumlah repetisi atau iterasi yang dilakuklan dalam simulasi Monte
Carlo error dihitung dengan rumus:
σ adalah
deviasi standar dari variabel random dan N adalah jumlah iterasi. Deviasi standar
σ dihitung berdasarkan seluruh populasi. Dengan menggunakan rumus
Jika
diinginkan nilai absolute error yang kurang dari 2%, maka nilai tersebut didapatkan
dengan menggunakan formula (7):
Sehingga
jumlah iterasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil dengan error yang kurang
dari 2 persen adalah:
HASIL
SIMULASI MONTE CARLO MODEL PERAMALAN KEUNTUNGAN
Hasil simulasi
Monte Carlo sebanyak 2.413 iterasi atau pengulangan mengunakan perangkat lunak Crystal Ball menunjukkan hasil sebagai
berikut:
Tabel 1. Ukuran-Ukuran Statistik Simulasi Monte Carlo


Data diolah dengan menggunakan Crystal Ball 11.12.3
Jika diasumsikan variabel acak dari keuntungan/laba terdistribusi
secara normal, maka besaran median akan memiliki selisih relatif kecil dengan
mean atau rata-rata. Besaran mean adalah 18.967 sedangkan median sebesar 17.849
memiliki selisih hanya sebesar 6,26 persen, sehingga tingkat akurasi simulasi
Monte tergolong relatif akurat. Demikian juga jika dihitung tingkat error yang sebenarnya dengan rumus:
,25 atau tingkat error
sebenarnya hanya sebesar 6 persen dari nilai prediksi.
Ukuran statistik lainnya yang dapat dilihat adalah nilai Kurtosis
dan Skewness. Kurtosis adalah ukuran relatif dari kurva dibandingkan dengan
bentuk kurva distribusi normal. Nilai Kurtosis distribusi normal adalah 3,
sementara nilai Kurtosis hasil simulasi Monte Carlo adalah 3,74. Nilai Kurtosis
positif sebesar 3,74 mengindikasikan bahwa bentuk kurva distribusi hasil
simulasi Monte Carlo seperti yang terlihat pada Gambar 2 memiliki puncak yang menengah
(mesokurtic) cenderung
runcing (leptokurtic) mirip distribusi normal. Skewness adalah
ukuran simetri bentuk kurva, dimana pada distribusi normal nilainya adalah 0.
Nilai Skewness positif sebesar 0,787 mengindikasikan bahwa ekor dari kurva
distribusi hasil simulasi Monte Carlo ini cenderung normal sedikit condong ke
arah kanan terlihat pada Gambar 1.
Cumulative distribution function pada Gambar 1 digunakan untuk mengetahui
probabilitas keuntungan perusahaan dimana dari hasil simulasi dapat dilihat
bahwa dengan probabilitas terbesar adalah sekitar 17.000 point. Sedangkan untuk
pendekatan optimis maka ramalan keuntungan perusahaan adalah sevesar 42.000,
sebaliknya dengan pendekatan pesimis dapat diramalkan keuntungan perusahaan
adalah sebesar 6.000 dengan besaran error 5 persen.
Gambar 2. Pdf
dan Cdf dari Hasil Simulasi Monte Carlo


Data diolah dengan menggunakan Crystal Ball 11.12.3
Kesimpulan
Dari
hasil simulasi Monte Carlo terhadap model laba perusahaan dapat dilihat
simulasi menghasilkan sebuah peramalan yang relatif akurat, hal ini dapat
dilihat dari ukuran-ukuran statistik yang dihasilkan dari iterasi simulasi
sebanyak 2.413 kali dimana selisih median dan mean yang relatif kecil dan
tingkat error sebenarnya adalah 6
persen.
Akan
tetapi apapun bentuk dan teknik simulasi yang digunakan dalam peramalan maupun
prediksi, tingkat akurasi dan presisi peramalan sangat membutuhkan teknik
pemodelan yang mampu mewakili kondisi sebenarnya serta didukung input data yang
lengkap dan valid. Dalam model peramalan tingkat keuntungan perusahaan seperti
dalam penelitian ini pemodelan yang dilakukan masih dapat dikembangkan sesuai
dengan kaedah-kaedah teori dan fungsi penerimaan dan biaya yang dihadapai oleh
perusahaan.
Dengan
penelitian ini diharapakan penggunaan Simulasi Monte Carlo akan semakin
berkembang tidak saja dikalangan akademis akan tetapi mencapai kalangan pengambil
keputusan diperusahaan-perusahaan dalam mencoba penggunaan alat peramalan dan
prediksi untuk membuat keputusan yang lebih baik.
Daftar
Pustaka
Eckhardt, R. 1987, Stan Ulam, John von Neumann, and the
Monte Carlo Method. Los Alamos Science.131-137.
Fadjar, Adnar. 2008. Simulasi Monte Carlo dalam Estimasi
Biaya. Proyek. Jurnal SMARTek, Vol.6 No.4 November 2008:222-227.
Hanna, M., & Ruwanpura, J. Y. 2007, Simulation Tool for
Manpower Forecast Loading and Resource Leveling. Paper presented at the
Proceedings of the 2007 Winter Simulation Conference
Project Management Institute 2004, A Guide to the Project
Management Body of Knowledge: PMBOK Guide (3rd ed.). Newton Square,
Pennsylvania: Project Management Institute.
Kwak, Y. H., & Ingall, L. 2007, Exploring Monte Carlo
Simulation Applications For Project Management. Risk Management, 9, 44-57.
Kwak, Y. H., & Stoddard, J. 2004, Project Risk
Management: Lessons Learned from Software Development Environment.
Technovation: An International Journal of Technical Innovation,
Entrepreneurship and Technology Management, 24(11), 915-920.
McCabe, B. 2003, Monte Carlo Simulation For Schedule Risks.
Paper presented at the Proceedings of the 2003 Winter Simulation Conference.
Monte Carlo Method. 2008, Online.
http://www.riskglossary.com/link/monte_carlo_method.htm Diakses pada tanggal 16
Oktober 2014.
Taha, H. A. 1997, Operation Research An Introduction (6th
ed.). Upper Saddle River, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar